Sekolah Mitra KOKARO Pamerkan Robot di SIEDEX 2016
Robot Edukasi, Sebuah Acara di SBO TV
Pendiri Kokaro, Arief A. Yudanarko mendapatkan kesempatan untuk berbincang dalam acara Teknovasi di SBO TV bersama Dr. Ir. Son Kuswadi, seorang pakar robotika dari PENS. Acara disiarkan secara langsung pada tanggal 18 Oktober 2016.
Berikut endorse Dr. Ir. Son Kuswadi dari akun Facebook-nya.
Robot Edukasi … sebuah scara di SBO TV.
Kita diskusikan bagaimana teknologi robotika telah berperan besar dalam memajukan pendidikan teknologi di Indonesia.
Perjalanan panjang sejak 1991, ketika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ditawari oleh NHK Jepang untuk ikut lomba robot di sana. Lalu membuat heboh karena ternyata robot kita mampu bicara banyak unjuk kebolehan dan prestasi, bahkan juara dunia diraih di Fukushima Jepang 2001. Di tingkat nasional, PENS bahkan berturut-turut 12 kali menjadi juara nasional Kontes Robot Indonesia (KRI) dan tercatat di rekor MURI.
KOKARO adalah salah satu contoh komunitas robot, yang berasal dari alumni PENS, yang berkiprah secara nasional, dan membangkitkan minat terhadap teknologi robot di semua lini sekolah.
Belajar Arduino bagi Pelajar dan Mahasiswa
Belajar Arduino berpahala. Yang belajar dapat pahala double: menuntut ilmu dan berada di masjid di akhir bulan Romadlon. Yang mengajar dapat pahala triple: seperti pahalanya yang belajar ditambah pahala dari mengajar. In sya Alloh.
Mari, teman-teman pelajar SMP/SMA dan mahasiswa, kita belajar bersama. (Bawa laptopmu!)
Hari Selasa dan Rabu, 28 dan 29 Juni 2016
Pukul 13.30 – 16.30 WIB
Di Masjid Ash-Shobirin, Graha Kuncara Eksekutif, Kemiri, Sidoarjo.
Berminat? Daftar di nomor (wa) 081333111000.
Robot TARMEN untuk Kegiatan Liburan
Liburan sekolah besok bertepatan bulan puasa. Apa sudah ada rencana kegiatan untuk ananda?
Kokaro menyiapkan robot mungil nan keren. Robot berkaki pengantar permen. Selain permen boleh juga. Misalnya kurma tuk buka puasa.
Robot ini mudah dibuat. Bahan-bahannya mudah didapat. Tak harus sama seperti ini. Ada banyak pilihan bahan pengganti. Jadi, robot ini bisa dibuat sendiri.
Kokaro, Tempat Belajar Robot yang Menyenangkan
VIVA.co.id – Ada satu anggapan di kalangan masyarakat yang meyakini pembuatan robot itu tergolong rumit. Anggapan itu diluruskan oleh Pendiri Komunitas Kampung Robot (Kokaro) yang ada di Sidoarjo, Jawa Timur, Arief Andhi Yudanarko.
Melalui Kokaro, Yudanarko bertekad terus meningkatkan kecintaan masyarakat pada dunia robot. Kokaro sudah didirikan oleh Yudanarko sejak 2011. Anggota Kokaro kebanyakan pelajar sekolah. Namun, tidak sedikit pula para guru serta mahasiswa yang bergabung menjadi anggotanya.
Yudanarko mengungkapkan, melalui Kokaro dia bisa mengajarkan cara membuat robot yang mudah dan sederhana kepada masyarakat.
“Karena selama ini masyarakat kalau mendengar kata robot selalu membayangankan yang rumit, padahal dengan cara sederhana pun kita bisa membuatnya sendiri,” kata dia kepada VIVA.co.id belum lama ini.
Selain itu, melalui Kokaro, ujar dia, para pelajar bisa belajar membuat robot dengan cara yang menyenangkan. Sebab, para anggota komunitas tersebut bisa langsung mengaplikasikan pembuatan robot itu.
“Intinya saya tekankan, kalau kita bisa langsung praktik membuat robot sendiri, dan tidak harus dimulai dengan teori yang panjang,” ucap Yudanarko yang merupakan alumni Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).
Yudanarko berharap, dengan adanya Kokaro, ke depan dunia robotika di Indonesia bisa semakin berkembang melebihi negara-negara lainnya, khususnya Jepang dan China.
Dengan cara ini, diyakini makin membuat Indonesia semakin disegani oleh negara lainnya dalam bidang ilmu pengetahuan.
Dalam kesempatan itu, Yudanarko menegaskan, masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir mengenai banyaknya pekerjaan yang bisa digantikan oleh robot. Alasannya, selama ini masih banyak orang yang masih beranggapan, jika semua pekerjaan digantikan oleh robot, maka akan semakin banyak jumlah pengangguran di Indonesia.
Menurutnya, anggapan itu kurang tepat. Yudanarko melihat, pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh robot saat ini adalah rutinitas dan monoton.
“Misalnya seperti yang saya katakan sebelumnya membungkus barang di pabrik, membersihkan ruangan, dan sebagainya,” kata Yudanarko.
Pekerjaan semacam itu pada dasarnya memang sudah saatnya diberikan pada robot. Sedangkan, manusia melakukan pekerjaan yang levelnya lebih tinggi atau lebih rumit. “Oleh karena itu, yang terpenting adalah bagaimana memajukan pendidikan manusia Indonesia, sehingga kita pun bisa menjadi bangsa yang maju,” tutur dia.
(ren)
Sumber: Viva.co.id