[Kalteng Pos] Enam Jam, Murid SD Berhasil Rakit Robot

kaltengpos_20150525Palangka Raya – Robot memang memiliki teknologi yang rumit. Namun, di bawah bimbingan pendiri Komunitas Kampung Robot (Kokaro) Sidoarjo Jawa Timur, Arief Andhi Yudanarko, sebanyak 17 murid SD dan SMP, berhasil merakit robot, Minggu (24/5). Mereka hanya perlu waktu enam jam merakit robot manual.

Yuda panggilan Yudanarko, mengatakan, tak ada syarat khusus untuk belajar merakit atau membuat robot tingkat dasar ini. “Untuk level dasar ini, dimulai dari nol. Semua anak bisa ikut pelatihan,” ujar Yuda, ditemui di sela-sela mengajar membuat robot di Rumah Ilmu Al Ghazy Banin, Jalan Kinibalu Palangka Raya.

Ia mengakui, teknologi robot ini merupakan teknologi yang rumit. Supaya mudah dipahami, dia punya cara untuk mengenalkan teknologi ini ke anak-anak. Yuda menyebutnya dengan modal tiga T.

T pertama, yakni terjangkau konsepnya. Konsep tentang robot harus mudah dipahami anak. T kedua, terjangkau bahannya. Artinya bahannya mudah didapat. Bahan yang digunakan untuk robot ini berasal dari mainan yang banyak dijual di pasar. T ketiga, yakni terjangkau biayanya. Diakui Yuda, konsep, bahan, dan biaya ini, yang sering menjadi kendala dalam mengenalkan robot kepada anak.

Sementara istri Wakil Wali Kota, Trisnawidyanti Mofit Saptono, saat berkunjung ke tempat itu mengatakan, kegiatan ini sangat bagus. Melatih motorik, kreativitas, dan kesabaran anak-anak.

“Kegiatan ini juga positif dan sebuah terobosan. Saya berharap, ke depan banyak anak-anak di Palangka Raya bisa belajar membuat robot,” ujarnya.

Class robotica yang digagas oleh Rumah Ilmu Al Ghazy Banin Palangka Raya bersama Yayasan Raihan Hananiya Palangka Raya, memang untuk merangsang kreativitas anak-anak Palangka Raya.

“Ke depan kami ingin untuk membentuk komunitas robotik di Kota Cantik,” kata pendiri Rumah Ilmu Al Ghazy Banin, Selvy Majedi.

Kenapa dia memilih class robotica sebagai pelatihan? Pertama, karena kegiatan merakit robot merupakan yang pertama kali dilakukan di Palangka Raya. Kedua, karena sesuai dengan konsep yang diterapkan oleh Rumah Ilmu Al Ghazy Banin itu sendiri yaitu menjadi wadah anak-anak untuk mencoba hal-hal baru.”

“Palangka Raya ini kota pendidikan, tapi hingga saat ini masih belum ada nilai plusnya. Nah, siapa tahu dengan adanya pelatihan dasar robotic ini akan memberikan nilai plus,” imbuhnya.

Pelatihan merakit robot itu pun hanya berlangsung selama 6 jam, karena masih merupakan latihan dasar. Sedangkan, robot yang dirakit adalah robot jenis transportman yaitu robot yang dasarnya bisa dipakai untuk bermain sepak bola dan masih menggunakan remote control.

“Class robotika ini masih class uji coba. Tapi, insya Allah ke depannya nanti kita mau mengadakan latihan perangkaian robot xlite yang sudah pakai program komputer. Rencananya sih bulan depan kita mau mengadakan seminar dengan guru-guru di sekolah untuk memasukkan class robotica ini ke dalam pelajaran ekstrakurikuler,” bebernya.

Dari Kalteng Pos, Senin 25 Mei 2015.

This entry was posted in Berita, Pelatihan and tagged , , . Bookmark the permalink.