Balitbang Kemendikbud adakan Workshop ALCoB Robotic 2013

Kegiatan ALCoB Robotic yang diselenggarakan oleh Balitbang Kemendikbud pada tanggal 19-23 November 2013 di Hotel Jayakarta, Jakarta Barat diikuti oleh 25 orang peserta dari sekitar 15 provinsi, sebagai hasil seleksi panitia, mengingat animo keikutsertaan sangat tinggi. Dalam pelaksanaan pelatihan, para peserta terlihat sangat antusias dan bersemangat, yang ditunjukkan dengan sedikitnya peserta yang memanfaatkan waktu rehat dan beristirahat. Mereka asyik dan sibuk untuk mengerjakan setiap tugas dan instruksi yang diberikan oleh Tim Instruktur yang terdiri atas Bapak Soeparjo dari Universitas Dehasen Bengkulu, Bapak Arief Andhi Yudanarko dari Kampung Robot Sidoarjo, dan salah seorang instruktur cilik Haikal yang masih berstatus sebagai siswa di SMK Negeri 2 Bengkulu. Dari para instruktur tersebut, peserta dilatih mulai dari pengenalan komponen elektronika, teknik menyolder, mikro kontroler sampai dengan pembuatan listing program untuk embeded system dan menjelang akhir pelatihan peserta diminta melaksanakan tugas kelompok pembuatan robot. Setiap hari para peserta memulai kegiatan pukul 08.00 dan tidak pernah meninggalkan ruangan workshop kurang dari pukul 24.00. Bahkan banyak peserta yang melanjutkan pekerjaannya sampai dini hari di kamar masing-masing.

Sebelumnya kebanyakan peserta workshop mempunyai anggapan atau pandangan awam pada umumnya bahwa robot adalah berbentuk seperti yang kita lihat dalam berita seperti robot Ashimo atau dalam film-film fiksi seperti robot penghalau musuh dan pemusnah kejahatan. Ternyata anggapan itu tidak begitu benar, dari paparan Dr. Andi Adriansyah dari Universitas Mercu Buana Jakarta pada saat Pembukaan di hari pertama workshop istilah robot berasal dari kata robota terdapat pada sebuah teater fiksi sains berjudul Rossum’s Universal Robots (RUR), karya Karel Capek dari Czech (1921), yang berarti bekerja atau pekerja. Pengertian menurut beliau robot adalah sebuah sistem fisik buatan yang dapat melakukan pekerjaan dengan memaninupalasi lingkungan sekitarnya. Kata kuncinya adalah buatan, melakukan pekerjaan (termasuk pekerjaan menghibur) dan “memanipulasi lingkungan”. Selajutnya ini yang dijadikan pegangan oleh peserta dalam mengembangkan robot sedehana hasil kerja kelompok di akhir kegiatan workshop.

Ada hal menarik yang disampaikan oleh fasilitator lain, yaitu Pak Arief Andhi Yudanarko dari Kampung Robot Sidoarjo bahwa selain dapat dijadikan media pendidikan yang sangat atraktif, merangsang perkembangan daya nalar, kreatif dan melatih keterampilan anak di segala tingkat pendidikan mulai SD hingga SMA/SMK, robot merupakan perpaduan antara mekanika, elektonika, teknologi informasi, dan seni. Robotika yang dikembangkan oleh Kampung Robot Sidoarjo adalah dengan tahapan ide, merancang, membuat, dan menjual. Tahapan pengembangan sampai tingkat menjual ini menarik, bagus, dan sangat relevan untuk diterapkan pada Pendidikan Prakarya dan Kewirausahaan Kurikulum 2013 SMA/SMK bidang rekayasa.

Selengkapnya ada di alcobindonesia.org.

This entry was posted in Berita, Pelatihan and tagged , , . Bookmark the permalink.